Menganalisis
Nama : Fabian Adnan Alamsyah
Npm : 202246500882
Kelas : R3L
Matkul : Filsafat Seni
Dosen : Dr.sn Angga Kusuma Dawami M. Sn
Artikel Meliputi
Objek, Teori ,Analisis, Dan Kesimpulan
1. ARTIKEL https://www.coursehero.com/file/58957170/APRESIASI-SHELA-SONIA-25docx/
- OBJEK “LUKISAN STARRY NIGHT”
- METODE TEORI
Lukisan ini cenderung menggunakan warna gelap, ada beberapa unsur seni rupa yang terkandung dalam lukisan ini yaitu antara lain, garis, warna, gelap terang, tekstur dan bidang semua terdapat dalam lukisan yang berjudul malam berbintang ini, tak luput juga prinsip penataan yaitu kesatuan, keseimbangan, unity, dan irama. Dalam lukisan ini terdapat warna yang indah dan kontras warna biru tua dan kuning membuat lingkaran berwarna kuning terlihat menonjol, lukisan ini memiliki garis yang terarah, seperti membentuk pusaran mata angin yang secara matematis mirip dengan pola pusaran air.
Bicara mengenai prinsip tekstur,lukisan ini jelas nampak bertekstur mengikuti arah repitisi garis lengkung yang menggambarkan langit, tidak hanya itu lukisan ini memiliki kesan permukaan objek yang timbul dalam bidang sengaja dibuat dengan pengolahan unsur garis,warna,ruang dan warna gelap terang sehingga berefek seperti ada tekstur-teksturyang apabila kita menyentuhnya akan terasa kasar.
- ANLISIST
suasana yang dilukiskan menarik batin untuk masuk kedalam cerita yang tertuang dalam selembar kanvas tersebut. Menurut psikologi warna , warna biru tua menggambarkan beberapa sifat antara lain : menahan amarah, sesuatu yang terpendam, konsentrasi, perasa, sensitif, berpendirian tetap, koorperatif, hingga perasaan depresi, sedangkan warna kuning menggambarkan tidak percaya diri, berharap, toleran, berubah-ubah sikap, memiliki cita-cita tinggi dan warna hitam memiliki maksud kehidupan yang terhenti, mati, hampa, gelap, kebinasaan, punah, rusak,dan kehancuran. cokelat menggambarkan putus asa, pesimis terhadap kesejahteraan dan kebahagiaan masa depan, suka merebut, kurang toleran.
- KESIMPULAN
Karya seni karya Van Gogh yang berjudul “Starry Night” adalah inspirasi untuk seniman- seniman selanjutnya,menjadi bahan referensi untuk meneliti atau menciptakan karya berikutnya dan membuka ruang pikiran para kritikus-kritikus yang lain untuk tidak berhenti membahasnya.
2. ARTIKEL https://ejournal.upi.edu/index.php/irama/article/download/21688/10945
OBJEK Seni Lukis Moel Soenarko yang Bertema Heritage
METODE TEORI
Dalam menghasilkan sebuah ide atau gagasan dalam membuat karya seni, seniman pasti mengalami proses kreatif dalam pembuatan karyanya. Dimulai dari memikirkan sebuah konsep, mencari ide, stimulasi, dan kontemplasi. Banyak hal yang bisa menstimulus agar sisi kreatif dapat muncul, seperti kebiasaan, pola pemikiran, ciri khas, karakteristik, dan pola tindakan. Tidak hanya itu, dari sistem terfikir, sistem gagasan, dan sistem pengetahuan serta pengalaman juga mendukung itu semua.
ANLISIST
Moel Soenarko memilih tema wong cilik dan heritage dalam lukisannya. Jika ditelusuri lebih mendalam berdasarkan latar belakang pembuatan karya, kedua tema tersebut tidak benar-benar terpisah dan berbeda. Dari segi visual memang terlihat berbeda antara tema heritage dan wong cilik. Brian Graham dan Peter Howard memaknai heritage sebagai penyelamatan secara selektif material masa lalu dan warisan budaya. Dimana salah satu cakupannya adalah kenangan yang masuk dalam kategori warisan tak berwujud atau intangible. Kenangan dapat terbentuk dari sifat dalam memaknai kebudayaan untuk dapat beradaptasi dengan lingkungan. Ada makna sosial yang terbentuk dari proses interaksi seseorang dengan orang lain atau melalui proses sosialisasi. Ada pula makna individual yang lahir dari pengalamanpengalaman pribadi seseorang.
KESIMPULAN
Pada tahap persiapan, dimana beliau memikirkan dan mengeksplorasi sebuah ide untuk menghasilkan sebuah karya lukis dengan tema heritage. Munculnya sebuah ide memerlukan adanya stimulan yang berasal dari dalam diri Moel (faktor internal) dan dari luar diri (faktor eksternal). Faktor internal yang memengaruhi munculnya sebuah ide bagi Moel Soenarko yaitu kenangan. Kenangan tercipta berdasarkan pengalaman pribadi, interaksi sosial, dan masa sejarah, serta rasa empati yang tertanam dalam dirinya. Faktor internal didukung dengan adanya faktor eksternal seperti melakukan observasi dan wawancara, membaca artikel. Faktor-faktor internal yang tersimpan di dalam memori alam bawah sadar, bisa dikatakan telah memasuki tahap pengeraman atau inkubasi. Dibantu dengan stimulan yang berasal dari luar diri (faktor eksternal) seperti observasi, wawancara, dan membaca berita, berguna untuk membantu pengumpulan data lebih banyak dan semakin memperkuat misi Moel dalam berkarya. Hal selanjutnya melalui proses kontemplasi yang berfungsi untuk memilah informasiinformasi yang telah didapat.
3. ARTIKEL https://core.ac.uk/download/pdf/78034343.pdf
OBJEK Tepi sungai solo
METODE TEORI
didalam lukisan ini Bayu menggambarkan objek sebuah aliran sungai dengan pepohonan disekitarnya dan terdapat salah satu pohon yang dominan atau terlihat menonjol, berbagai warna bertumpuk hingga membentuk objek yang digambar serta dengan goresan yang sangat Impresif dari keseluruhan lukisan dapat terlihat jika penggarapan lukisan ini terbilang cepat, sedangkan penggunaan warna dalam lukisan ini cenderung dominan kewarna gelap, penumpukan warna yang berani dengan spontanitas yang dilakukan oleh Bayu, pelototan cat langung dari tubenya, menjadi sebuah kombinasi sempurna dalam lukisan karya Bayu
ANLISIST
Dalam lukisan ini kita dapat merasakan goresan ekspresif khas Bayu Wardhana, penggambaran bentuk dalam objek lukisan yang berjudul “ tepi sungai solo “ terlihat hanya menampilkan sebuah kesan bentuk dari susunan 51 warna dan garis dengan goresan pisau palet dan kuas, sebagai mana terlihat bahwa pada setiap objek seakan Bayu langsung menuangkan cat dan memainkan kuasnya dikanvas, mencampur berbagai pigmen warna hingga menjadi komposisi bentuk objek yang Bayu gambarkan, objek tersebut tidak terlihat detail hanya menampilkan kesan bentuk dengan susunan penggabungan unsur seperti garis bidang dan warna yang disusun dari berbagai pigmen warna. pengolahan unsur garis dalam lukisan ini terlihat tidak beraturan. Goresan cat yang membentuk garis secara berulang seakan menimbulkan irama dalam setiap goresan objek dilukisan ini. Objek yang digambarkan dalam lukisan ini berupa sungai serta pohon besar yang terlihat dominan ditepi sungai dan juga pemandangan disekitar sungai,dengan goresan yang berani dan terlihat kasar .
KESIMPULAN
Tema dalam lukisan karya Bayu wardhana berupa keindahan Alam beserta berbagai aktifitas kehidupan didalamnya. Tema tersebut yang menjadi konsep Bayu dalam melukis, karena Kecintaan Bayu terhadap alam membuatnya menemukan keindahan-keindahan didalamnya untuk dieksplor dan visualisasikan kekanvas. Sedangkan proses penciptaan lukisan Bayu wardhana dengan gaya on the spot agar lebih bebas berekspresi secara spontan dengan mendatangi objek tempat yang akan Ia lukis, proses dalam melukis Bayu dengan prinsip mengejar sinar matahari, dengan memanfaatkan sinar matahari Ia sesegera mungkin menyelesaikan lukisannya untuk mendapatkan kesempurnaan gelap terang dalam objek lukisannya.
Komentar
Posting Komentar